“Saya sedih, marah, dan kecewa. Saya benci,” ucap Dea.
Ia mengungkap hubungan mereka telah berjalan dua tahun dan sempat merencanakan pernikahan. Namun pada malam kejadian, ia mulai curiga karena terdakwa tidak bisa dihubungi dan diduga berbohong soal alasan dinas.
Keesokan harinya, Dea justru mendapat kabar bahwa terdakwa telah diamankan polisi terkait kasus pembunuhan tersebut. Meski sempat dikonfirmasi langsung, terdakwa membantah keterlibatannya.
Persidangan masih akan berlanjut dengan agenda pemeriksaan lanjutan. Polisi juga terus mendalami rangkaian peristiwa untuk mengungkap secara utuh kasus yang menewaskan mahasiswi tersebut. (wartabanjar.com/iqnatius)
Editor Restu







