Gubernur Kalsel Soroti Kawasan Liang Anggang yang Dilanda Karhutla Setiap Tahun

WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan semakin tinggi seiring dengan masuknya musim kemarau pada April ini.

Gubernur Kalsel, H Muhidin menegaskan bahwa salah satu wilayah yang menjadi perhatian utama adalah kawasan Liang Anggang.

Hal tersebut disampaikannya usai mengikuti Rapat Koordinasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan di Ruang Rapat Aberani Sulaiman, Senin (6/3/2026).

Baca Juga Rumah yang Hangus di Tanjung Rema Martapura Kalsel Dikabarkan Sengaja Dibakar oleh Pemiliknya

Di Liang Anggang, jelasnya, kerap terjadi karhutla hingga mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Syamsudin Noor.

“Liang Anggang ini harus kita jaga bersama. Kalau terjadi kebakaran dan menimbulkan asap, maka penerbangan bisa terganggu. Jika penerbangan terhambat, tentu akan berdampak pada pergerakan ekonomi,” ujarnya.

Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Provinsi Kalsel mendorong upaya penyediaan sumber air, salah satunya melalui pembuatan kanal untuk memastikan ketersediaan air di wilayah rawan karhutla, khususnya di sekitar Liang Anggang dan area bandara.

Selain itu, Gubernur juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan. Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut berpotensi menimbulkan kebakaran yang meluas serta dapat dikenakan sanksi hukum.

“Kami mengimbau masyarakat untuk berhati-hati, terutama di musim panas seperti sekarang. Jangan membuka lahan dengan cara dibakar, karena api bisa merembet dan meluas. Selain merusak lingkungan, hal ini juga ada sanksinya,” tegasnya.