“Semua kami masak dengan bumbu segar dan cara tradisional agar rasanya tetap sama seperti di Jogja,” ujar Mbah Agus.

Tak hanya warga asal Jogja yang bermukim di Tabalong, warung ini juga digemari masyarakat lokal. Cita rasa yang khas dan suasana yang nyaman membuat Warung Mbah Agus hampir tak pernah sepi pengunjung.

Bahkan, warung ini kerap dimanfaatkan oleh instansi pemerintahan maupun komunitas untuk kegiatan makan bersama hingga perayaan ulang tahun.

Kehadiran Warung Mbah Agus menjadi bukti bahwa kekayaan kuliner Nusantara dapat dinikmati lintas daerah, sekaligus menjadi pengobat rindu bagi para perantau yang merindukan masakan kampung halaman.(wartabanjar.com/Suhardi).

Editor Restu