WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Persebaya Surabaya harus menghadapi tantangan berat dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026 sepanjang April ini. Skuad berjuluk Bajul Ijo tersebut dijadwalkan melakoni lima pertandingan krusial hanya dalam kurun waktu 25 hari. Jadwal yang sangat rapat ini memaksa tim untuk bertanding setiap lima hari sekali di tengah kondisi kebugaran pemain yang belum optimal.
Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, mengakui bahwa kedalaman skuad menjadi persoalan utama saat ini. Sejumlah pilar penting masih menjalani proses pemulihan cedera, sementara beberapa pemain lainnya baru kembali berlatih ringan. Krisis ini sebelumnya berdampak buruk saat Persebaya takluk 1-5 dari Borneo FC, di mana tim terpaksa menurunkan pemain yang belum fit seratus persen.
Menyikapi situasi tersebut, tim kepelatihan berkolaborasi intensif dengan departemen medis untuk mempercepat pemulihan pemain. Tavares menegaskan bahwa manajemen berupaya keras agar para pemain bisa segera memberikan kontribusi nyata di lapangan. Menurutnya, sangat merugikan bagi klub jika pemain lebih banyak menghabiskan waktu di ruang perawatan dibandingkan di pusat latihan.







