WARTABANJAR.COM, TANJUNG - Jelang Hari Raya Idul Adha, geliat pasar hewan kurban mulai terasa. Harga ternak, khususnya sapi dan kambing, perlahan merangkak naik seiring meningkatnya permintaan dari masyarakat.

Di tengah tren tersebut, Lasmi, warga Masingai II Kecamatan Upau Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan yang berprofesi sebagai peternak, mulai bersiap memasarkan hewan ternaknya.

Ia memiliki empat ekor sapi jantan, dua ekor berusia 2 tahun, yang dua ekor lainnya sudah berusia 3 tahun.

Baca Juga Perkelahian di Surgi Mufti Banjarmasin, Pria Tewas dengan Luka Parah di Leher

“Empat ekor ini harganya saya tawarkan yang 2 ekor usia 2 tahun Rp. 23 juta per ekor, sedang yang 2 lainya umur 3 tahun saya banderol harga Rp. 25 juta, ini masih bisa nego tipis,"ujar Lasmi didampingi suaminya pada wartabanjar.com, di lokasi kandang ternaknya, Kamis (2/4/2026).

Dari pantauan di lokasi kandang ternaknya, sapi-sapi milik Lasmi tampak gemuk dan sehat, dilihat dari fisik hewan ternak tersebut, besar kemungkinan memenuhi ketentuan sebagai hewan kurban.

Lasmi juga menegaskan bahwa penjualan dilakukan langsung tanpa perantara, sehingga pembeli bisa berinteraksi langsung dengan dirinya.

Jenis sapi yang ditawarkan terdiri dari sapi Bali dan sapi Brangus, yang dikenal memiliki kualitas daging cukup baik. Kondisi fisik yang prima menjadi daya tarik tersendiri bagi calon pembeli yang mulai berburu hewan kurban lebih awal.

Kenaikan harga ternak menjelang Idul Adha sendiri merupakan fenomena yang terjadi hampir setiap tahun. Selain faktor permintaan, biaya pakan dan perawatan juga turut memengaruhi harga jual di tingkat peternak.

Bagi masyarakat yang ingin membeli hewan kurban, penting untuk tidak hanya tergiur harga, tetapi juga memperhatikan kelayakan hewan tersebut. Salah satu indikator utama adalah usia sapi.

Secara umum, sapi yang telah berusia minimal dua tahun dapat dikenali dari kondisi giginya. Biasanya, sapi pada usia tersebut ditandai dengan sepasang gigi susu yang telah tanggal atau dikenal dengan istilah “poel”.