WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Kegagalan Timnas Italia melangkah ke Piala Dunia 2026 menyisakan luka mendalam sekaligus tanda tanya besar terkait masa depan sang pelatih, Gennaro Gattuso. Kekalahan dramatis lewat adu penalti 1-4 melawan Bosnia dan Herzegovina di Stadion Bilino Polje menjadi titik nadir bagi Gli Azzurri yang harus bermain dengan sepuluh orang sejak babak pertama.
Kekalahan ini memperpanjang catatan kelam sepak bola Italia yang absen dalam tiga edisi beruntun turnamen sepak bola terbesar sejagat tersebut. Sejak terakhir kali berpartisipasi pada 2014, Italia seolah kehilangan taringnya di kualifikasi, termasuk saat disingkirkan Makedonia Utara pada 2022 dan kini terhenti di tangan Bosnia untuk edisi 2026.
Gattuso kini ditagih janji yang pernah ia lontarkan usai membawa Italia ke babak play-off tahun lalu. Saat itu, mantan pelatih Napoli ini dengan tegas menyatakan akan mengambil tanggung jawab penuh jika target lolos tidak tercapai. “Jika tidak, saya akan pergi dari Italia. Saya akan pergi lebih jauh lagi,” ucapnya kala itu sebagai bentuk komitmen atas jabatan yang ia emban.
Usai pertandingan di Zenica, Gattuso tampak sangat emosional dan mengakui rasa sakit yang luar biasa atas hasil ini. Meski enggan menyalahkan wasit atas kartu merah Alessandro Bastoni, ia mengakui bahwa tersingkirnya Italia merupakan pukulan telak bagi pergerakan sepak bola di negaranya. Ia merasa darahnya seolah sudah habis melihat perjuangan anak asuhnya yang berakhir tragis.







