WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Presiden Federasi Sepak Bola Italia (FIGC), Gabriele Gravina, kini tengah menghadapi gelombang kritik tajam setelah Timnas Italia dipastikan absen dari Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara berturut-turut. Kegagalan tragis Gli Azzurri terjadi usai kalah dalam drama adu penalti melawan Bosnia pada Rabu (01/04/2026) dini hari WIB.
Hasil ini memicu kemarahan publik yang menuntut adanya perombakan total di tubuh federasi.
Meski tekanan untuk meletakkan jabatan semakin menguat, Gravina secara tegas menyatakan niatnya untuk tetap bertahan. Ia menolak untuk mundur secara instan dan menyerahkan nasibnya kepada mekanisme organisasi yang ada. Gravina berdalih bahwa segala keputusan terkait posisinya harus melalui evaluasi resmi dari Dewan Federal yang dijadwalkan akan menggelar pertemuan khusus pada pekan depan.
Selain mempertahankan posisinya, Gravina juga memberikan pembelaan pasang badan untuk pelatih Timnas Italia, Gennaro Gattuso. Walaupun Gattuso gagal memenuhi target membawa Italia ke putaran final di Amerika Utara, Gravina mengaku telah meminta sang pelatih untuk tetap menakhodai tim. Menurutnya, kegagalan ini adalah tanggung jawab kolektif yang memerlukan evaluasi mendalam terhadap seluruh sistem sepak bola di Italia.







