WARTABANJAR.COM, BARABAI – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) kembali mencatatkan prestasi membanggakan di tingkat provinsi. Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), HST berhasil meraih posisi terbaik dalam ajang Kalsel Innovation Award 2025 berkat inovasi berbasis digital bernama SINGA SAKTI.

Kepala Dinas PUPR HST, Syahidin, menyampaikan rasa syukur atas pencapaian tersebut. Ia menilai keberhasilan ini menjadi bukti nyata komitmen daerah dalam menghadirkan tata kelola konstruksi yang lebih modern dan akuntabel.

Menurutnya, SINGA SAKTI (Sistem Informasi Pengawasan Jasa Konstruksi) dirancang sebagai solusi atas berbagai kendala pengawasan proyek yang sebelumnya masih dilakukan secara manual dan kurang terintegrasi.

Dengan sistem ini, seluruh aktivitas pengawasan kini dapat dilakukan secara digital, terpusat, dan berbasis data. Hal tersebut memungkinkan proses monitoring proyek berjalan lebih cepat, akurat, serta mudah diakses kapan saja.

“Sistem ini membantu kami meningkatkan kualitas pengawasan sekaligus mempercepat pengambilan keputusan di lapangan,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).

Tak hanya itu, SINGA SAKTI juga dilengkapi dengan fitur dashboard proyek yang menyajikan informasi secara transparan. Laporan kegiatan tersaji secara berkala sehingga mendorong peningkatan akuntabilitas dalam setiap tahapan pekerjaan konstruksi.

Keunggulan lain dari inovasi ini adalah kemampuannya dalam mendeteksi potensi masalah sejak dini, khususnya yang berkaitan dengan ketidaksesuaian spesifikasi teknis. Dengan begitu, risiko kegagalan konstruksi dapat diminimalkan.

Selain meningkatkan kualitas pembangunan, implementasi sistem ini juga berdampak pada peningkatan kompetensi sumber daya manusia, terutama dalam penguasaan teknologi digital di bidang pengawasan.

Meski demikian, pihak PUPR HST mengakui masih terdapat tantangan dalam penerapan sistem, terutama terkait konsistensi penginputan data oleh sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) yang terlibat dalam proyek konstruksi.

Ke depan, diharapkan seluruh pihak dapat lebih memahami pentingnya pengawasan sebagai bagian dari proses pembinaan, bukan sekadar kontrol administratif.

“Pengawasan yang baik akan mendukung terwujudnya pembangunan yang berkualitas dan berkelanjutan bagi masyarakat,” tutup Syahidin.(wartabanjar.com/Adew)

editor: nur_muhammad