Harga BBM Non-Subsidi Naik Mulai 1 April 2026

WARTABANJAR.COM, JAKARTA — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi merupakan konsekuensi dari mekanisme pasar internasional. Ia menjelaskan bahwa jenis BBM industri seperti Pertamax RON 95 dan RON 98 memang mengikuti harga pasar dunia, sehingga penyesuaian harga tidak bisa dihindari.

Dampak Gejolak Timur Tengah

Kenaikan harga minyak dunia akibat konflik di Timur Tengah menjadi faktor utama yang mendorong penyesuaian harga BBM non-subsidi di Indonesia. Situasi geopolitik tersebut membuat harga minyak mentah melonjak hingga di atas USD 116 per barel, sehingga berdampak langsung pada harga BBM dalam negeri.

Prediksi Kenaikan

Ekonom Universitas Airlangga, Wisnu Wibowo, memprediksi kenaikan harga BBM non-subsidi akan berada di kisaran 5 hingga 10 persen. Penyesuaian ini dianggap wajar karena acuan harga BBM di Indonesia mengikuti Mean of Platts Singapore (MOPS) dan Argus yang rutin memantau perkembangan harga minyak dunia.

Daftar Harga BBM Per Maret 2026

Sebelum penyesuaian per 1 April 2026, harga BBM non-subsidi yang berlaku adalah Pertamax Rp12.300 per liter, Pertamax Green (RON 95) Rp12.900, Pertamax Turbo Rp13.100, Dexlite Rp14.200, dan Pertamina Dex Rp14.500. Sementara itu, BBM subsidi seperti Pertalite masih di harga Rp10.000 per liter dan Solar Rp6.800 per liter.