Menurut Saras rutinitas mengantar dan menunggu latihan memunculkan harapan kekhawatiran serta kebanggaan memikirkan peluang dan tantangan ke depan.
Ia menjelaskan pertemuan dengan Borussia Mönchengladbach terjadi pada ajang Bundesliga lalu dilakukan pendekatan sekitar satu tahun hingga sepakat.
Saras mengakui memiliki latar belakang sepak bola namun jaringan dengan komunitas Jerman membantu komunikasi dan realisasi pendirian akademi.
Akademi menargetkan pembinaan usia dini berkelanjutan serta membuka jalur pelatihan ke Jerman dengan kurikulum modern terukur dan terstandar. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)
Editor: Andi Akbar







