Lapas Kelas IIA Banjarmasin Gelar Sholat Idul Fitri 1447 H, Ribuan Warga Binaan Dapat Remisi Khusus
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Momen Hari Raya Idul Fitri 1447 H, ribuan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin laksanaan Salat Ied di Masjid Baabuttaqwa di lingkungan Lapas, Sabtu (21/3) pagi.
Kegiatan tersebut turut diikuti oleh Kakanwil Ditjenpas Kalimantan Selatan, Mulyadi, Kalapas, serta seluruh pegawai dan warga binaan Kelas IIA Banjarmasin.
Usai melaksanakan Salat Ied, para petugas dan warga binaan menyempatkan diri untuk halal bihalal dengan cara bersalam-salaman satu sama lain.
Kalapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah mengatakan, untuk hari ini pihaknya melaksanakan Salat Ied Idul Fitri 1447 H, yang kemudian dilanjutkan dengan penyerahan Remisi Khusus (II) Idul Fitri kepada para warga binaan.
Momentum Idul Fitri ini diharapkan dapat meningkatkan iman dan takwa bagi semuanya, baik itu para petugas, maupun para warga binaan.
Herriansyah mengungkapkan, dalam momen Idul Fitri kali ini, ada sebanyak 1.242 orang yang mendapatkan remisi khusus.
"Sebanyak 1.234 orang itu mendapatkan RK I, dan sebanyak 8 orang yang mendapatkan RK II," ungkap Herriansyah.
Lebih lanjut, Ia menuturkan, untuk saat ini semua warga binaan berhak mendapatkan RK, asalkan memenuhi syarat dan ketentuan yang telah ditentukan.
"Karena PP 99 itukan sudah dicabut, jadi tidak melihat lagi dengan jenis kasusnya, jadi semuanya bisa mendapatkan RK yang penting berkelakuan baik, mengikuti program pembinaan dengan baik, dan ada perubahan prilaku ke arah yang baik," tuturnya.
Ia juga berpesan, kepada seluruh warga binaan yang mendapat RK II langsung bebas agar dapat kembali kekeluarga dengan lebih baik lagi, dan dapat menata kehidupannya dengan lebih baik lagi.
"Mudah-mudahan tidak lagi melakukan perbuatan yang melanggar hukum, karena konsekuensinya cukup berat. Semoga bisa kembali kemasyarakat dan menjadi masyarakat yang berguna," harapnya.
"Untuk warga binaan yang masih didalam, semoga momen ini dapat menjadi motivasi untuk mengikuti program pembinaan, sehingga saat ada momen pemberian remisi, mereka semua bisa mendapatkan remisi," pungkasnya.