“Kita akui selama ini masih banyak yang belum fasih dan kurang memahami kaidah tajwid. Padahal, sedikit saja salah melafalkan huruf, maka artinya akan berubah. Kegiatan ini tidak mengenal usia; meskipun sudah tua, kita tetap wajib belajar,” tegas Hj. Herwina.
Selain untuk perbaikan diri, kegiatan ini diharapkan memberikan motivasi bagi para peserta untuk menularkan ilmu yang didapat kepada keluarga, terutama anak-anak di rumah. Tujuannya jelas: agar pembacaan Al-Qur’an secara tartil sesuai sunnah dapat terjaga dan mampu mencetak generasi yang berkualitas.
Setelah sesi pembukaan, acara dilanjutkan dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Sekretaris NU, H. Syaukani, S.Ag., dan masuk ke sesi inti pemberian materi yang disampaikan oleh Ustadz M. Ashfia Rayhan, S.Pdi.
Dengan adanya bimbingan Tahsinul Qur’an ini, diharapkan kecintaan masyarakat Barito Kuala terhadap Al-Qur’an semakin meningkat dan standar bacaan peserta menjadi lebih mumpuni. (Wartabanjar.com/diskominfo)
Editor Restu







