Moratti Ungkap Pernah Diminta Ambil Alih Napoli Saat Bangkrut

WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Mantan presiden Inter Milan, Massimo Moratti, mengungkapkan kisah menarik dari masa lalu sepak bola Italia. Ia mengaku pernah diminta untuk mengambil alih SSC Napoli ketika klub tersebut mengalami kebangkrutan pada 2004.

Moratti menceritakan hal itu dalam sebuah wawancara radio, ketika membahas berbagai hal terkait sepak bola Italia dan kondisi klub-klub besar saat ini. Ia mengatakan bahwa saat Napoli bangkrut, ada pihak dari Serie A yang menghubunginya dan menyarankan agar dirinya mengambil alih klub tersebut.

Menurut Moratti, usulan tersebut muncul karena pengalamannya memimpin Inter dan dianggap mampu membangkitkan Napoli dari keterpurukan. Namun ia menolak gagasan tersebut.

Moratti menilai langkah itu sebagai bentuk campur tangan yang tidak pantas terhadap klub dan kota Napoli. Ia berpendapat bahwa masyarakat Napoli pantas memiliki sosok yang benar-benar berasal dari lingkungan mereka untuk memimpin klub tersebut.

Pada akhirnya, klub tersebut memang mendapatkan pemilik baru. Napoli kemudian diambil alih oleh produser film Italia, Aurelio De Laurentiis, yang membangun kembali klub dari level bawah hingga kembali menjadi kekuatan besar di sepak bola Italia.

Di kesempatan yang sama, Moratti juga menyinggung kondisi Inter saat ini. Ia menilai tim masih memiliki peluang untuk meraih gelar, meskipun harus segera meningkatkan performa setelah mengalami penurunan kondisi fisik dalam beberapa pertandingan terakhir.