“Ini seperti penalti dalam sepak bola. Apa yang dulu bukan handball bisa saja sekarang dianggap handball, atau sebaliknya,” ujar Marquez.
Juara dunia MotoGP sembilan kali itu juga menilai bahwa setiap musim selalu ada batas baru mengenai seberapa agresif manuver yang diperbolehkan oleh steward. Karena itu, para pembalap harus mampu beradaptasi dengan standar yang diterapkan.
Marquez mengakui manuvernya terhadap Acosta berada di area “abu-abu”. Ia menegaskan tidak berniat membuat kontak dengan rivalnya, tetapi hanya mencoba mengambil jalur di tikungan untuk mempertahankan posisi terdepan.
Kontroversi penalti tersebut sempat memicu perdebatan di paddock MotoGP. Namun keputusan steward tetap berlaku dan kemenangan sprint race akhirnya menjadi milik Pedro Acosta, yang sekaligus mencatat kemenangan pertamanya di kelas MotoGP. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)
Editor: Andi Akbar







