Media tersebut melaporkan bahwa Netanyahu bahkan sempat dikabarkan meninggalkan Israel menuju Jerman secara diam-diam setelah meningkatnya eskalasi konflik di kawasan.

Beberapa hari kemudian, Netanyahu juga dilaporkan terlihat di Tel Aviv mengunjungi lokasi yang rusak akibat serangan.

Ia juga disebut menghadiri sejumlah agenda resmi, termasuk kunjungan ke Pelabuhan Ashdod bersama Menteri Transportasi Israel Miri Regev.

Media Israel sebut klaim belum terverifikasi

Media Israel The Jerusalem Post menilai laporan yang beredar dari Tasnim sebagai klaim yang belum terverifikasi.

Menurut media tersebut, laporan tersebut hanya mengumpulkan sejumlah indikasi tidak langsung tanpa bukti maupun konfirmasi resmi mengenai kondisi Netanyahu.

Sementara itu, laporan dari Agence France-Presse juga memuat pernyataan Netanyahu yang disampaikan pada 9 Maret 2026 yang menunjukkan ia masih menjalankan tugasnya sebagai perdana menteri.

Dalam pernyataannya, Netanyahu bahkan menegaskan bahwa operasi militer Israel terhadap Iran masih terus berlangsung.

“Kami berharap rakyat Iran pada akhirnya dapat melepaskan diri dari belenggu tirani; pada akhirnya itu tergantung pada mereka,” kata Netanyahu dalam pernyataan tersebut.(Wartabanjar.com/nur_muhammad)

editor: nur_muhammad