Ia menjelaskan, penerapan sistem pembayaran non-tunai tersebut juga didukung oleh jaringan internet yang disediakan melalui kerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Selatan dan Bank Indonesia.
Menurutnya, selama lima hingga enam bulan terakhir, seluruh pendapatan retribusi di kawasan wisata tersebut telah sepenuhnya menggunakan sistem pembayaran digital.
“Sudah sekitar lima sampai enam bulan pendapatan retribusi kita tidak lagi menggunakan tunai, semuanya non-tunai,” jelasnya.
Fathimatuzzahra juga mengajak masyarakat, khususnya di Kalimantan Selatan, untuk menjadikan Tahura Sultan Adam sebagai salah satu tujuan wisata selama masa libur, mengingat lokasinya yang relatif dekat serta memiliki beragam potensi wisata alam.
“Kepada masyarakat Kalsel khususnya, mari berwisata ke Tahura Sultan Adam. Destinasi ini tidak kalah dengan objek wisata di luar daerah maupun di luar Kalimantan Selatan,” ajaknya. (Wartabanjar.com/MC Kalsel)
Editor Restu







