Konsumsi garam berlebihan dapat membuat seseorang lebih sering buang air kecil, sehingga berisiko menyebabkan dehidrasi saat menjalankan puasa.
Meski demikian, dr Johanes menegaskan sahur dengan mi instan tidak sepenuhnya dilarang. Agar lebih sehat, ia menyarankan mengurangi porsi mi instan dan mengombinasikannya dengan mi shirataki.
Mi shirataki merupakan jenis mi dari Jepang yang terbuat dari ubi konjak. Mi ini dikenal sangat rendah kalori dan karbohidrat serta bebas gluten.
“Kalau kepepet, mi instannya bisa dibagi dua. Setengah mi instan biasa dicampur setengah mi shirataki. Minyaknya juga sebaiknya dikurangi,” jelas dr Johanes.
Ia juga menyarankan untuk menambahkan sayuran serta sumber protein seperti telur atau daging tanpa lemak agar kebutuhan gizi tetap terpenuhi meski sahur dengan mi instan.
Dengan cara tersebut, sahur tetap praktis tetapi tubuh masih mendapatkan asupan nutrisi yang lebih seimbang untuk menjalani puasa sepanjang hari.(Wartabanjar.com/nur_muhammad)
editor: nur_muhammad







