WARTABANJAR.COM – Polda Kalsel mengerahkan 1.166 personel Polri, dibantu 247 personel TNI serta 1.023 personel dari pemerintah daerah pada pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1447 H.
Hal ini diungkapkan Kapolda Kalimantan Selatan, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan usai memimpin Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Operasi Ketupat Intan-2026 yang digelar di Rupatama Polda Kalimantan Selatan, Banjarbaru, Selasa (10/3/2026).
Kapolda menjelaskan, rapat koordinasi tersebut melibatkan berbagai unsur pimpinan daerah dan instansi terkait guna memastikan kesiapan pengamanan mudik Lebaran tahun ini.
“Hari ini kita melaksanakan rapat koordinasi lintas sektoral yang dihadiri Ketua DPRD, Wakajati, Gubernur Kalimantan Selatan, Danrem, Danlanal, Danlanud, Kabinda, serta instansi terkait lainnya. Fokus utama rapat ini adalah menyiapkan pelaksanaan Operasi Ketupat dalam rangka melayani masyarakat yang akan melaksanakan mudik Lebaran 1447 Hijriah tahun 2026,” ujar Kapolda.
Menurutnya, pengamanan mudik tahun ini dilakukan dengan memperhatikan sejumlah potensi kerawanan, mulai dari gangguan keamanan hingga faktor cuaca dan kemungkinan terjadinya bencana alam.
“Kita mengantisipasi berbagai tantangan, baik perkembangan situasi global maupun nasional, termasuk kondisi kamtibmas di Kalimantan Selatan. Selain itu, kita juga memperhatikan faktor cuaca atau iklim yang dapat memicu bencana hidrometeorologi maupun kecelakaan lalu lintas,” jelasnya.
Dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Intan-2026, Polda Kalimantan Selatan menyiapkan ribuan personel gabungan untuk memastikan keamanan dan kelancaran arus mudik.
“Untuk pengamanan ini kami mengerahkan 1.166 personel Polri, dibantu 247 personel TNI serta 1.023 personel dari pemerintah daerah dan stakeholder terkait,” ungkapnya.







