WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, mengungkapkan perasaannya setelah kembali harus melewatkan turnamen bergengsi All England Open untuk kedua kalinya secara beruntun.
Ginting mengaku sedih karena tidak bisa tampil di salah satu turnamen bulutangkis paling prestisius di dunia tersebut. Apalagi, ia harus melihat rekan-rekan seprofesinya berlaga di turnamen Super 1000 tersebut tanpa dirinya.
“Pastinya sedih juga ada, karena melihat teman-teman semuanya bermain atau bertanding di All England. Itu juga salah satu turnamen yang paling bergengsi di badminton,” ujar Ginting.
Absennya Ginting dari All England terjadi dalam dua edisi berturut-turut dengan alasan berbeda. Pada edisi sebelumnya, ia tidak tampil karena sedang menjalani proses pemulihan cedera bahu. Sementara pada tahun ini, ia kembali absen karena peringkat dunia yang belum cukup untuk masuk daftar peserta.
Saat ini, juara China Open 2018 tersebut berada di peringkat ke-51 dunia. Penurunan peringkat itu membuatnya harus memulai kembali dari turnamen dengan level lebih rendah untuk mengumpulkan poin dan memperbaiki posisi ranking.
Meski demikian, Ginting berusaha menerima kondisi tersebut dan tetap fokus menjalani proses untuk kembali ke performa terbaiknya.







