WARTABANJAR.COM, BARABAI – Sejumlah keluhan masyarakat terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) mulai mendapat perhatian serius dari DPRD Kabupaten HST.
Komisi I DPRD HST berencana memanggil seluruh pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk meminta klarifikasi.
Ketua Komisi I DPRD HST, Yajid Fahmi, mengatakan pemanggilan tersebut dijadwalkan berlangsung pada pekan depan sebagai bagian dari upaya pengawasan terhadap pelaksanaan program yang menyasar pemenuhan gizi anak sekolah tersebut.
“Kami akan mengundang seluruh pengelola SPPG di HST untuk mendengarkan penjelasan langsung terkait berbagai informasi dan keluhan yang disampaikan masyarakat, sekaligus mencocokkannya dengan hasil evaluasi kami di lapangan,” ujarnya, Jumat (6/3/2026).
Menurutnya, program MBG merupakan program yang sangat penting karena berkaitan langsung dengan kesehatan dan kebutuhan gizi para siswa. Oleh karena itu, pelaksanaannya harus benar-benar memperhatikan standar kualitas makanan serta keamanan pangan.
Komisi I DPRD HST, lanjut Yajid, menerima sejumlah laporan dari masyarakat yang menyoroti kualitas bahan makanan yang diberikan kepada siswa. Salah satu temuan yang menjadi perhatian adalah adanya bahan makanan seperti telur yang kondisinya pecah namun tetap didistribusikan untuk dikonsumsi.
“Ada laporan telur yang kondisinya pecah tetapi tetap dibagikan untuk konsumsi beberapa hari ke depan. Hal ini tentu perlu kami klarifikasi agar tidak menimbulkan kekhawatiran di masyarakat,” katanya.







