Selain kualitas bahan makanan, mekanisme distribusi juga menjadi sorotan. Ia menilai distribusi makanan yang dilakukan untuk beberapa hari sekaligus perlu ditinjau kembali, mengingat biaya pengantaran makanan dalam program tersebut dianggarkan setiap hari.
“Jika biaya pengantaran sudah dianggarkan per hari, maka seharusnya distribusi juga dilakukan setiap hari. Mengapa justru diantar untuk beberapa hari sekaligus? Ini yang akan kami dalami,” tegasnya.
Meski demikian, Yajid menegaskan bahwa DPRD tetap mendukung penuh program MBG yang bertujuan meningkatkan pemenuhan gizi anak-anak sekolah. Namun pelaksanaannya harus tetap berjalan sesuai ketentuan agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh para penerima.
“Program ini sangat baik untuk anak-anak kita. Karena itu pengelolaannya harus benar-benar transparan, berkualitas, dan sesuai standar, jangan sampai program yang tujuannya baik justru dimanfaatkan oleh segelintir pihak untuk mengeruk keuntungan,” ujarnya.
Ke depan, Komisi I DPRD HST memastikan akan terus melakukan monitoring secara berkala, baik ke sekolah-sekolah maupun dapur SPPG, guna memastikan pelaksanaan program berjalan sebagaimana mestinya.
“Pengawasan akan terus kami lakukan agar program ini benar-benar memberi manfaat bagi anak-anak dan berjalan sesuai aturan,” pungkasnya. (wartabanjar.com/Adew)
Editor Restu







