Bagi Hasnuryadi, suporter adalah ruh yang menghidupkan klub. Mereka tetap setia berdiri di belakang tim, baik dalam masa kejayaan maupun saat menghadapi kesulitan.

“Supporter itu adalah jantung, ruh dari segala organ tubuhnya yang kami ini,” katanya.

Nilai-nilai yang menjadi identitas Barito Putera terus dijaga, mulai dari semangat persatuan, family spirit, hingga filosofi wasaka dan waja sampai kaputing, yang berarti berjuang hingga titik terakhir.

Nilai itu pula yang membuat Barito Putera tetap berdiri kokoh meski sempat terjatuh.

Kini, di tengah perjuangan menuju promosi ke Super League 2025-2026, harapan baru juga datang dari rencana pembangunan stadion baru.

Bagi Barito Putera, stadion itu bukan sekadar rumah bagi pertandingan. Ia diharapkan menjadi pusat pembinaan, tempat lahirnya generasi baru pemain sepak bola dari Bumi Lambung Mangkurat.

Di sanalah cerita Barito Putera akan terus berlanjut, menjaga warisan masa lalu sambil menatap masa depan.(Wartabanjar.com/nur_muhammad)

editor: nur_muhammad