Barito Putera di Championship Liga 2, Misi Bangkit dan Kembali ke Kasta Tertinggi Super League
Strategi tersebut ternyata membawa konsekuensi ketika Barito harus beradaptasi dengan regulasi Liga 2 yang berbeda dari Liga 1. Mulai dari pembatasan pemain asing hingga efisiensi anggaran menjadi tantangan baru yang harus dihadapi.
Penyesuaian itu tidak selalu mudah. Banyak pemain yang sudah terikat kontrak jangka panjang sehingga ruang perubahan menjadi terbatas.
Bahkan pelatih pun harus bekerja dengan komposisi pemain yang sudah ada.
“Teco datang tidak bisa dengan mudah memilih pemain, karena pemain-pemain tersebut sudah terkontrak. Dengan keluasan hatinya, Teco bilang kita manfaatkan pemain yang ada,” ujar Hasnuryadi.
Namun dari keterbatasan itu justru muncul kekuatan baru. Para pemain yang ada mampu dimaksimalkan dan tetap menjaga daya saing tim.
Liga 2 sebagai Ruang Pembelajaran
Di mata Hasnuryadi, Liga 2 bukan sekadar kompetisi yang harus dilalui sebelum kembali ke kasta tertinggi. Ia melihatnya sebagai ruang penting untuk pembinaan.
Regulasi yang mendorong penggunaan pemain muda serta pembatasan pemain asing dinilai menjadi arah yang tepat bagi masa depan sepak bola nasional.
“Dengan regulasi memainkan pemain muda dan dibatasi pemain asingnya, saya merasa kita sudah berada di jalan yang benar,” katanya.
Bagi Barito Putera, kompetisi ini juga menjadi kesempatan untuk menyiapkan generasi baru pemain sepak bola yang kelak bisa memperkuat Tim Nasional Indonesia.
Persaingan Ketat dan Harapan Promosi
Kini Championship Liga 2 musim 2025-2026 memasuki fase krusial. Dengan enam pertandingan tersisa, persaingan di papan atas berlangsung sangat ketat.
Barito Putera berada di posisi kedua klasemen dan masih memiliki peluang besar untuk finis sebagai juara grup.
Hasnuryadi menyadari jalan menuju promosi tidak akan mudah. Setiap pertandingan menjadi penentu.
“Kita berharap bisa paling tidak di peringkat satu atau dua supaya ada peluang untuk langsung promosi,” katanya.
Jika berhasil menjadi juara, Barito bisa promosi langsung tanpa harus melewati fase playoff.
Suporter, Ruh yang Menghidupkan Klub
Dalam setiap perjalanan Barito Putera, ada satu elemen yang tidak pernah berubah, yakni dukungan suporter.