Manajemen menargetkan perubahan status menjadi bank devisa yang diproyeksikan terealisasi pada Juni mendatang.
Untuk mendukung daya saing tersebut, skema pemenuhan modal hingga Rp10 triliun melalui opsi pola seri A dan seri B menjadi bahasan utama para pemegang saham.
Meskipun performa perbankan plat merah ini dinilai positif, Gubernur memberikan catatan kritis agar jajaran direksi tidak cepat berpuas diri dalam melayani nasabah di daerah.
“Bank Kalsel sudah baik dan sehat, tetapi harus lebih aktif jemput bola melayani seluruh lapisan masyarakat di Banua,” sampai Gubernur H. Muhidin di hadapan para kepala daerah.
Dorong Peningkatan Pendapatan Daerah
Melalui pertemuan ini, para kepala daerah se Kalsel sepakat bahwa strategi menjangkau pelaku usaha dan masyarakat hingga ke akar rumput adalah kunci utama peningkatan pendapatan.
Langkah proaktif “jemput bola” diharapkan menjadi mesin penggerak ekonomi baru yang mampu memperkuat permodalan bank sekaligus meningkatkan kontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) masing-masing kabupaten/kota.
Selain Wakil Bupati Tala, acara ini turut dihadiri oleh bupati dan wali kota se-Kalsel, jajaran komisaris, serta direksi Bank Kalsel yang berkomitmen menjaga stabilitas keuangan daerah di tengah tantangan ekonomi global. (Wartabanjar.com/Gazali)
Editor: Yayu







