Kapolres HST Buka Puasa Bersama Tokoh Agama dan Ormas, Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas Ramadhan
WARTABANJAR.COM, BARABAI – Momentum Ramadhan 1447 Hijriah dimanfaatkan Polres Hulu Sungai Tengah (HST) untuk mempererat sinergi dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan organisasi kemasyarakatan (ormas) se-Kabupaten HST.
Kapolres HST AKBP Jupri JHP Tampubolon, menggelar buka puasa bersama di Café Hero Barabai, Selasa (3/3/2026) sore.
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan itu menjadi ruang silaturahmi sekaligus penguatan komitmen menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama Ramadan.
Baca Juga UPDATE Harga Emas Antam 4 Maret 2026: Stabil di Rp3,12 Juta per Gram, Berikut Rincian Lengkapnya
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kesbangpol Kabupaten HST, Ketua NU Kabupaten HST, Ketua Muhammadiyah Kabupaten HST, Ketua Banser HST, Ketua Kokam HST, Ketua FKUB HST, serta sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat lainnya.
Kapolres HST AKBP Jupri JHP Tampubolon mengatakan, kegiatan ini bukan sekadar buka puasa bersama, tetapi menjadi wadah memperkuat soliditas antara Polri, pemerintah daerah, serta elemen masyarakat.
“Momentum Ramadan ini menjadi kesempatan yang sangat baik untuk memperkuat kebersamaan dan soliditas kita dalam menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif,” ujarnya.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban, khususnya selama bulan suci Ramadan, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan rasa aman dan nyaman.
Sementara itu, Kepala Kesbangpol Kabupaten HST menekankan pentingnya komunikasi dan kolaborasi yang intensif antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan organisasi kemasyarakatan dalam menjaga persatuan di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.
Para ketua ormas dan tokoh agama yang hadir juga menyatakan komitmennya mendukung Polri dan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas keamanan. Mereka siap membantu menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar terus menjaga toleransi, kerukunan antarumat beragama, serta ketertiban umum.
Dalam pertemuan tersebut, seluruh pihak sepakat pentingnya komunikasi dan koordinasi berkelanjutan sebagai langkah deteksi dini terhadap potensi konflik sosial maupun isu-isu yang dapat mengganggu kamtibmas.