Jalan Aspal Baru di Tebing Siring Mulai Rusak, Dishub Tanah Laut Siap Tertibkan Truk Overload

WARTABANJAR.COM, PELIAHARIJalan poros Desa Tebing Siring, Kecamatan Bajuin, Kabupaten Tanah Laut, mulai mengalami kerusakan serius meski baru sekitar enam bulan selesai diaspal. Warga setempat kini diliputi kekhawatiran karena permukaan jalan di RT 005 Dusun III tampak retak dan amblas di sejumlah titik.

Berdasarkan pantauan pada Selasa (3/3/2026), kerusakan tersebut diduga kuat dipicu oleh tingginya intensitas truk pengangkut batu (galian C) yang melintas setiap hari. Ironisnya, Dinas Perhubungan (Dishub) Tanah Laut telah memasang papan batas kapasitas jalan maksimal 8 ton. Namun, sejumlah armada diduga tetap melintas dengan muatan melebihi ketentuan.

Salah seorang warga RT 005 Dusun III, Pendi, mengungkapkan keretakan mulai terlihat tidak lama setelah jalan selesai diaspal.

“Sejak pengaspalan selesai, kemudian dilalui truk angkutan batu, retaknya muncul bertahap. Hampir setiap hari lewat, kecuali Minggu,” ujar Pendi.

Menurutnya, muatan truk yang melintas diduga melebihi kapasitas ideal jalan desa. Ia mengaku memahami kapasitas angkutan karena memiliki pengalaman sebagai sopir.

“Untuk kapasitas sudah pasti overload. Saya juga sopir, jadi bisa memperkirakan berat muatan. Perkiraan saya lebih dari 10 ton,” jelasnya.

Ia menyebut, truk-truk tersebut diduga mengangkut material dari tambang milik H. Dony yang lokasinya berada dekat gerbang Tebing Siring. Aktivitas angkutan disebut berlangsung sejak Desember 2025 hingga sekarang dengan frekuensi dua hingga tiga kali keluar-masuk per hari.

“Kalau dilihat di foto memang masih tampak biasa, tetapi aslinya sudah amblas. Permukaan aspal turun. Padahal belum genap satu tahun dibangun,” tambahnya.

Warga khawatir jika kondisi ini terus dibiarkan, jalan utama yang menjadi akses vital pelajar, pedagang, dan masyarakat akan mengalami kerusakan lebih parah bahkan berpotensi menimbulkan kecelakaan.