Arafi dikenal cakap dalam bidang teknologi, fasih berbahasa Arab dan Inggris, serta produktif menulis dengan puluhan publikasi.
- Mohammad Mehdi Mirbagheri
Ulama garis keras berusia 60 tahun ini mewakili kelompok paling konservatif di Majelis Pakar. Ia memimpin Akademi Ilmu-Ilmu Islam di Qom.
Mirbagheri dikenal memiliki pandangan anti-Barat yang kuat. Menurut laporan IranWire, ia percaya konflik antara pihak beriman dan nonberiman tidak terhindarkan. Pernyataannya terkait konflik Gaza juga menuai kontroversi luas.
- Hassan Khomeini
Cucu pendiri Republik Islam, Ayatollah Ruhollah Khomeini, ini memiliki legitimasi historis dan religius. Berusia 50 tahun, ia bertugas menjaga mausoleum sang kakek.
Namun, ia belum pernah memegang jabatan publik strategis dan dinilai tidak memiliki pengaruh kuat di aparat keamanan. Pada 2016, ia dilarang mencalonkan diri sebagai anggota Majelis Pakar.
- Hashem Hosseini Bushehri
Ulama senior berusia 60-an ini menjabat Wakil Ketua Pertama Majelis Pakar. Ia dikenal dekat dengan Khamenei, tetapi memiliki profil politik yang relatif rendah dan tidak memiliki hubungan kuat dengan IRGC.
Masa Depan Iran Dipertaruhkan
Proses suksesi ini menjadi momen paling menentukan bagi Iran dalam beberapa dekade terakhir. Siapa pun yang terpilih akan menghadapi tekanan geopolitik besar, ketegangan regional, serta tantangan internal yang tidak ringan.
Dunia kini menanti keputusan Majelis Pakar yang akan menentukan arah baru kepemimpinan Republik Islam Iran.(Wartabanjar.com/nur_muhammad)
editor: nur_muhammad







