WARTABANJAR.COM, JAKARTA Pembalap andalan Ducati Lenovo Team, Francesco Bagnaia, mengakui performa motor Ducati kini tak lagi menjadi yang tercepat di lintasan setelah gelaran MotoGP Thailand 2026 di Chang International Circuit, Minggu (1/3/2026). Pernyataan ini sekaligus menandai perubahan besar dalam kompetisi yang selama bertahun-tahun dikuasai pabrikan asal Italia tersebut.

Bagnaia menyatakan bahwa Ducati menghadapi tantangan pelik sepanjang akhir pekan balapan di Buriram. Ia bahkan gagal masuk ke sesi Q2 dan hanya mampu finis di posisi tujuh, jauh di bawah pesaing utama yang tampil superior. Ducati kini dianggap tertinggal dari pesaing terutama dalam hal kecepatan dan konsistensi performa mesin.

Aprilia Racing Tampil Dominan di Thailand

Dominasi di GP Thailand terlihat nyata ketika rider Aprilia Racing, Marco Bezzecchi, mengunci pole position dan meraih kemenangan balapan dengan keunggulan yang cukup meyakinkan atas rival-rivalnya. Empat pembalap Aprilia sukses masuk top 5, sebuah pencapaian yang menjadi bukti nyata bahwa performa motor RS-GP26 kini lebih kompetitif di berbagai kondisi balapan.

Kemenangan Bezzecchi juga berarti Aprilia telah mencatatkan rekor impresif, membuka peluang besar dalam persaingan gelar musim ini. Sementara Ducati harus menerima kenyataan pahit karena tak satu pun pembalap mereka berhasil meraih podium di balapan utama.

Masalah Teknis dan Strategi Ban

Musim ini Ducati mengalami beberapa kendala teknis, termasuk masalah pengelolaan ban yang menyebabkan performa merosot saat balapan berlangsung. Eksperimen Setup dan strategi dipandang belum optimal, sehingga Ducati tertinggal saat sisi konsistensi dan stabilitas menjadi penentu posisi di lap-lap akhir balapan.

Terkait hal ini, Bagnaia juga menyampaikan bahwa tim akan mengevaluasi aspek teknis dan strategi balap untuk menghadapi seri musim berikutnya, termasuk bagaimana menutup selisih dengan Aprilia maupun rival lain seperti KTM yang juga menunjukkan peningkatan signifikan.

Reaksi Dunia Balap