WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menyampaikan pernyataan keras terkait serangan yang disebutnya dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Dalam pernyataan yang disampaikan kepada media, Boroujerdi menuding serangan tersebut menyasar berbagai fasilitas sipil, termasuk sekolah, rumah sakit, dan permukiman warga.
Ia menyebut serangan terjadi pada Sabtu, 28 Februari, dan mengakibatkan korban dari kalangan masyarakat sipil.
Menurutnya, korban yang jatuh mayoritas adalah warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak. Bahkan, ia mengklaim ratusan anak-anak turut menjadi korban dalam serangan tersebut.
Klaim Ratusan Korban Sipil
Boroujerdi menyatakan hingga saat pernyataan disampaikan, jumlah korban tewas mencapai lebih dari 555 orang.
Ia juga menyebut lebih dari 200 korban merupakan anak-anak usia sekolah dasar.
“Serangan itu menargetkan fasilitas sipil seperti rumah sakit dan sekolah, dan korban utamanya adalah masyarakat sipil,” ujarnya.
Selain itu, ia menuding serangan dilakukan saat Iran tengah menjalani proses negosiasi internasional.
Singgung Pelanggaran Hukum Internasional
Dalam keterangannya, Boroujerdi menyebut serangan tersebut melanggar Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), khususnya larangan agresi terhadap negara berdaulat.






