WARTABANJAR.COM, BANJARBARU - Penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi dipastikan tetap berjalan sesuai sesuai rencana, meski situasi di kawasan Timur Tengah sedang memanas.

Serangan rudal Amerika dan Israel ke Iran melumpuhkan penerbangan ke negara Timur Tengah.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Kalimantan Selatan, Dr. H. Eddy Khairani, mengatakan saat ini proses memasuki tahap pencetakan visa yang akan digabungkan dengan paspor jemaah sebagai bagian finalisasi dokumen perjalanan.

Diketahui Embarkasi Banjarmasin, sebanyak 14 kelompok terbang (kloter) jemaah Kalimantan Selatan bahkan telah menuntaskan tahap pra-manifest.

“Alhamdulillah, seluruh daftar sementara jemaah yang akan diberangkatkan sudah selesai. Sekarang masuk tahap print out visa. Artinya secara teknis persiapan berjalan sesuai timeline,” ujarnya, Senin (2/3/2026).

Ia menegaskan, hingga kini belum ada dampak terhadap tahapan operasional haji meski situasi di kawasan Timur Tengah menjadi perhatian.

”Pemerintah terus melakukan pemantauan dan koordinasi lintas sektor agar seluruh proses tetap on track,” jelasnya.

Namun berbeda dengan haji, pemerintah mengimbau calon jemaah umrah yang dijadwalkan berangkat dalam waktu dekat untuk menunda keberangkatan sementara waktu.

“Kami mengedepankan prinsip kehati-hatian. Keselamatan jemaah adalah prioritas utama,” tegas Eddy.

Ia juga meminta jemaah umrah yang saat ini berada di Arab Saudi beserta keluarga di Tanah Air tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya.

Menurutnya, koordinasi terus dilakukan antara Kementerian Haji dan Umrah RI, Kementerian Luar Negeri, otoritas Arab Saudi, maskapai penerbangan, serta Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) guna memastikan perlindungan dan kepastian layanan bagi jemaah.

“Pemerintah hadir memastikan hak-hak jemaah tetap terpenuhi, termasuk jika ada penundaan kepulangan,” tandasnya. (wartabanjar.com/IKhsan)

Editor Restu