Namun berbeda dengan haji, pemerintah mengimbau calon jemaah umrah yang dijadwalkan berangkat dalam waktu dekat untuk menunda keberangkatan sementara waktu.
“Kami mengedepankan prinsip kehati-hatian. Keselamatan jemaah adalah prioritas utama,” tegas Eddy.
Ia juga meminta jemaah umrah yang saat ini berada di Arab Saudi beserta keluarga di Tanah Air tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya.
Menurutnya, koordinasi terus dilakukan antara Kementerian Haji dan Umrah RI, Kementerian Luar Negeri, otoritas Arab Saudi, maskapai penerbangan, serta Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) guna memastikan perlindungan dan kepastian layanan bagi jemaah.
“Pemerintah hadir memastikan hak-hak jemaah tetap terpenuhi, termasuk jika ada penundaan kepulangan,” tandasnya. (wartabanjar.com/IKhsan)
Editor Restu







