WARTABANJAR.COM, BARABAI – Kasus gigitan anjing terjadi dua hari berturut-turut di Kecamatan Hantakan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST). Sebanyak empat warga dari empat desa berbeda dilaporkan menjadi korban dan seluruhnya telah mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Hantakan.
Penanggung Jawab Program Rabies Puskesmas Hantakan, Rizani, menjelaskan kasus pertama terjadi pada Jumat (27/2/2026) sekitar pukul 23.00 WITA di Desa Tilahan. Korbannya seorang anak laki-laki berusia 7 tahun yang tiba di puskesmas sekitar pukul 00.00 WITA.
“Lukanya langsung dibersihkan dengan sabun dan air mengalir, kemudian diberikan salep antibiotik, vaksin anti rabies (VAR), serta obat pereda nyeri sesuai SOP penanganan gigitan hewan penular rabies,” ujarnya.
Tiga Kasus Menyusul Sehari Kemudian
Keesokan harinya, Sabtu (28/2/2026) sekitar pukul 19.30 hingga 20.30 WITA, tiga kasus kembali terjadi masing-masing di Desa Hantakan, Desa Bulayak, dan Desa Pasting.
Di Desa Hantakan, korban merupakan remaja perempuan berusia 13 tahun. Di Desa Bulayak, korban seorang laki-laki berusia 62 tahun. Sedangkan di Desa Pasting, korban adalah anak laki-laki berusia 10 tahun.
“Total ada empat korban dari empat desa berbeda. Hingga kini kondisinya membaik dan masih dalam pemantauan sampai hari ke-21 pasca gigitan,” jelas Rizani.
Status Anjing Masih Ditelusuri
Terkait hewan penular, terdapat empat ekor anjing berbeda di masing-masing desa. Anjing di Desa Hantakan telah diburu warga dan sampel kepalanya dikirim ke laboratorium untuk pemeriksaan rabies. Hasilnya masih menunggu karena sampel baru dikirim pada Minggu lalu.







