Sementara itu, anjing di Desa Tilahan telah mati dan dikuburkan sebelum sempat diambil sampelnya. Dua anjing lainnya di Desa Bulayak dan Desa Pasting masih belum ditemukan dan dikategorikan sebagai anjing liar.
Perawat UGD Puskesmas Hantakan, Dina, menyebut korban pertama datang sekitar satu jam setelah kejadian karena jarak desa cukup jauh.
“Penanganan awal dilakukan dengan mencuci luka menggunakan sabun dan air mengalir, lalu diberikan salep antibiotik, vaksin anti rabies, serta obat minum pereda nyeri,” katanya.
Imbauan Waspada Rabies
Kepala Puskesmas Hantakan, Adidinar, mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap hewan penular rabies seperti anjing, kucing, dan monyet. Pemilik hewan peliharaan diminta mengandangkan serta rutin melakukan vaksinasi.
“Apabila tergigit, segera cuci luka dengan sabun dan air mengalir selama 15 menit dan langsung ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan,” tegasnya.
Pihak puskesmas memastikan seluruh korban terus dipantau hingga masa observasi 21 hari selesai guna mencegah risiko lanjutan.(wartabanjar.com/Adew)
editor: nur_muhammad







