WARTABANJAR.COM, PELAIHARI– Momentum Safari Ramadan di Desa Batakan menjadi panggung bagi Pemerintah Kabupaten Tanah Laut (Tala) untuk menunjukkan komitmennya dalam pembangunan sarana keagamaan.

Di hadapan jemaah Masjid Jami Al Mujahidin, Bupati H. Rahmat Trianto memaparkan alokasi anggaran daerah yang cukup fantastis untuk wilayah pesisir tersebut, Rabu (25/2/2026).

Panyipatan tercatat menjadi salah satu kecamatan yang mendapat atensi khusus tahun ini.

Dari total pagu dana hibah kabupaten anggaran 2026 yang mencapai Rp9,237 miliar, sebesar Rp893,5 juta di antaranya mendarat di Kecamatan Panyipatan.

"Kecamatan Panyipatan tahun ini mendapatkan Rp893,5 juta, yang manfaatnya untuk beberapa rumah ibadah, pondok pesantren, majelis taklim dan kegiatan keagamaan. Harapan kita ini semua bermanfaat dan mendapatkan keberkahan dari Allah SWT," ujar Bupati Rahmat Trianto memberikan rincian sasaran dana tersebut.

Bagi sang Bupati, agenda turun ke desa-desa di bulan suci bukan sekadar formalitas protokoler, melainkan upaya menjahit kembali kedekatan emosional antara pemimpin dan rakyatnya.

"Safari Ramadan ini sekali dalam satu tahun kita laksanakan per kecamatan. Kami berupaya untuk bisa bersilaturahmi kepada seluruh masyarakat Kabupaten Tala, terkhusus di Kecamatan Panyipatan," imbuhnya.

Acara ini juga menjadi ajang kolaborasi berbagai instansi.

Bantuan mengalir dari berbagai lini, mulai dari paket sembako BAZNAS dan TP PKK Tala untuk marbot, hingga fasilitas penunjang ibadah seperti karpet sajadah dan jam dinding dari Bank Kalsel serta BRI.

Nuansa lokalitas pun terasa kental dengan penyerahan Mushaf Al-Qur'an terjemahan Bahasa Banjar hasil sinergi Kemenag dan Pemkab.

Tak hanya urusan syiar, aspek sosial juga tersentuh melalui penyaluran santunan kematian dari BPJS Ketenagakerjaan bagi ahli waris pekerja nonformal di wilayah tersebut.

BACA JUGA: Bandar Arisan di Palangka Raya Kabur Bawa Uang Rp 300 Juta

Di pengujung acara, H. Rahmat Trianto menegaskan bahwa kekuatan pembangunan tidak hanya terletak pada angka-angka rupiah di APBD, melainkan pada restu dan doa masyarakat yang ia pimpin.