WARTABANJAR.COM – Perdebatan soal minum susu saat sahur ramai dibahas di media sosial. Sebagian orang mengaku puasa terasa lebih kuat dan tidak cepat lapar setelah minum susu. Namun, ada juga yang justru mengalami sakit perut, kembung, hingga bolak-balik ke kamar mandi.

Lantas, sebenarnya minum susu saat sahur itu membantu menjaga energi atau malah mengganggu kenyamanan puasa?

Bolehkah Minum Susu Saat Sahur?

Secara umum, minum susu saat sahur diperbolehkan. Susu mengandung protein, lemak, karbohidrat (laktosa), serta vitamin dan mineral seperti kalsium, vitamin B2, dan vitamin B12.

Kandungan protein dalam susu, terutama whey dan kasein, diketahui dapat membantu meningkatkan rasa kenyang. Protein juga merangsang pelepasan hormon kenyang seperti GLP-1 dan PYY yang berperan menekan rasa lapar.

Namun, mengandalkan susu saja sebagai menu sahur bukan pilihan ideal. Segelas susu tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan energi tubuh selama berpuasa belasan jam. Tubuh tetap memerlukan:

Karbohidrat kompleks sebagai sumber energi utama

Protein tambahan untuk menjaga massa otot

Lemak sehat sebagai cadangan energi

Serat untuk menjaga kestabilan gula darah dan rasa kenyang lebih lama

Sahur dengan komposisi seimbang, misalnya nasi merah, roti gandum, kentang, atau oat sebagai sumber karbohidrat kompleks, ditambah telur, ayam, tahu, atau tempe sebagai protein, serta sayur dan buah, akan membuat energi lebih stabil. Dalam menu seperti ini, susu berperan sebagai pelengkap, bukan satu-satunya asupan.

Kenyang Sesaat Bisa Menipu

Sebagian orang merasa cukup hanya dengan minum susu saat sahur karena perut terasa penuh. Namun, rasa kenyang tersebut sering kali bersifat sementara.

Jika sahur didominasi karbohidrat sederhana atau hanya susu tanpa serat, kadar gula darah bisa naik cepat lalu turun drastis. Penurunan ini memicu rasa lemas, pusing ringan, sulit konsentrasi, dan cepat lapar.

Serat berperan penting dalam memperlambat pengosongan lambung dan menjaga kestabilan gula darah. Tanpa serat, efek kenyang dari susu tidak bertahan lama.

Waspadai Intoleransi Laktosa