Secara rinci, beberapa daerah dengan jumlah penanganan kebakaran tertinggi pada 2025 di antaranya Kota Banjarmasin sebanyak 128 kejadian, Kabupaten Tanah Laut 93 kejadian, serta Kabupaten Hulu Sungai Selatan 66 kejadian.
Sedangkan untuk kejadian penyelamatan, Kabupaten Banjar mencatat angka tertinggi dengan 1.347 kejadian, disusul Kota Banjarmasin sebanyak 1.299 kejadian dan Kabupaten Tanah Laut 558 kejadian.
Adapun untuk tingkat provinsi, sepanjang 2025 Satpol PP dan Damkar Provinsi Kalimantan Selatan mencatat 65 kejadian kebakaran dan 319 kegiatan penyelamatan. Jumlah tersebut juga mengalami peningkatan dibandingkan 2024, yakni 63 kejadian kebakaran dan 150 kegiatan penyelamatan.
Maulana menambahkan, meningkatnya angka penyelamatan tidak selalu berarti kondisi memburuk, melainkan juga mencerminkan meningkatnya respons dan kepercayaan masyarakat dalam melaporkan berbagai kondisi darurat.
“Kami terus mengoptimalkan kesiapsiagaan personel dan sarana prasarana, serta mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap potensi kebakaran akibat kelalaian maupun faktor teknis lainnya,” tutupnya. (Wartabanjar.com/MC Kalsel)
Editor Restu







