Menariknya, karena sebagian pasar hanya beroperasi sebagai pasar mingguan, masyarakat diperbolehkan memanfaatkan fasilitas tersebut untuk kegiatan lain.
“Silakan digunakan untuk kegiatan masyarakat, misalnya acara pernikahan atau kegiatan sosial lainnya,” terang Saleh.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan dan Pengendalian Sarana Perdagangan DKUKMPP Tabalong, Eko Fiftadi, menjelaskan pembenahan tidak dilakukan secara menyeluruh, melainkan difokuskan pada pembangunan satu los besar di masing-masing pasar.
BACA JUGA: Teror Bom Molotov Gegerkan Banjarmasin Utara, Polisi Intensifkan Patroli dan Buru Pelaku
Menurutnya, konsep revitalisasi diarahkan menuju standar Pasar Berstandar Nasional Indonesia (SNI).
“Rata-rata anggaran yang dialokasikan sekitar Rp1 miliar untuk tiap pasar,” jelas Eko.
Saat ini, proses revitalisasi telah memasuki tahap penyelesaian tender dan penandatanganan kontrak kerja.
Pengerjaan fisik pasar dijadwalkan segera dimulai dalam waktu dekat. (wartabanjar.com/Suhardi)
Editor: Yayu







