Empat Pasar Desa di Tabalong Direvitalisasi 2026, Anggaran Rp1 Miliar Per Lokasi
WARTABANJAR.COM, TANJUNG- Pemerintah Kabupaten Tabalong melalui Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) mulai merevitalisasi empat pasar desa pada tahun 2026.
Program ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan kenyamanan aktivitas perdagangan masyarakat di wilayah pedesaan.
Hal itu diungkapkan Kepala DKUKMPP Tabalong, Soleh, di ruang kerjanya, Jalan PH M. Noor, Kelurahan Pembataan, Kecamatan Murung Pudak, Selasa (24/2/2026).
"Empat pasar yang masuk program revitalisasi yakni Pasar Solan di Kecamatan Jaro, Pasar Batu di Kecamatan Haruai, Pasar Jangkung di Kecamatan Tanjung, serta Pasar Pematang di Kecamatan Benua Lawas," urainya.
Ia mengatakan revitalisasi atau pembenahan pasar dilakukan untuk menciptakan lingkungan pasar yang lebih nyaman bagi pedagang maupun pembeli.
Dikatakan Saleh, keempat pasar tersebut sudah cukup lama tidak mendapatkan perbaikan sehingga pada tahun ini menjadi prioritas pemerintah daerah.
“Pasar-pasar ini sudah lama tidak tersentuh pembenahan. Karena itu tahun ini kita beri perhatian agar aktivitas ekonomi masyarakat bisa lebih baik,” ucap Soleh.
Ia menjelaskan, konsep pasar yang dibangun berbentuk los atau tanpa sekat permanen sehingga diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.
Pemerintah juga akan menempatkan petugas kebersihan guna menjaga kondisi pasar tetap tertata dan bersih.
Menariknya, karena sebagian pasar hanya beroperasi sebagai pasar mingguan, masyarakat diperbolehkan memanfaatkan fasilitas tersebut untuk kegiatan lain.
“Silakan digunakan untuk kegiatan masyarakat, misalnya acara pernikahan atau kegiatan sosial lainnya,” terang Saleh.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan dan Pengendalian Sarana Perdagangan DKUKMPP Tabalong, Eko Fiftadi, menjelaskan pembenahan tidak dilakukan secara menyeluruh, melainkan difokuskan pada pembangunan satu los besar di masing-masing pasar.
BACA JUGA: Teror Bom Molotov Gegerkan Banjarmasin Utara, Polisi Intensifkan Patroli dan Buru Pelaku
Menurutnya, konsep revitalisasi diarahkan menuju standar Pasar Berstandar Nasional Indonesia (SNI).
“Rata-rata anggaran yang dialokasikan sekitar Rp1 miliar untuk tiap pasar,” jelas Eko.
Saat ini, proses revitalisasi telah memasuki tahap penyelesaian tender dan penandatanganan kontrak kerja.