WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Masyarakat Kalimantan Selatan kini dapat memperoleh bahan pangan pokok dengan harga lebih terjangkau melalui Pasar Raya Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di stan Pasar Wadai VI Banjarmasin tepatnya di depan eks kantor Gubernur Kalsel, Kamis (19/2/2026).
Program hasil kolaborasi TPID bersama Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Kalimantan Selatan ini menjadi langkah konkret menjaga daya beli warga sekaligus menekan lonjakan harga menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Kalimantan Selatan, Dr. Ir. Eddy Elminsyah Jaya, SH., SE., SP., MS, menegaskan bahwa Pasar Raya TPID merupakan bentuk kolaborasi erat antara pemerintah daerah dan Bank Indonesia dalam menjaga inflasi tetap terkendali.
“Pasar Raya TPID ini bekerja sama dengan Bank Indonesia. Tugas pokok TPID adalah menjaga inflasi tetap terkendali. Nah, pasar raya ini salah satu upaya kita untuk mengendalikan stabilitas harga pangan pokok, karena biasanya pada hari besar keagamaan nasional harga kebutuhan pokok naik,” ujarnya, dikutip dari laman MC Kalsel, Sabtu (21/2/2026).
Ia menjelaskan, komoditas yang dijual mencakup beras, telur, aneka sembako, hingga LPG yang didukung Pertamina.
Seluruh produk ditawarkan dengan harga distributor sehingga diharapkan dapat memengaruhi harga pasar yang lebih tinggi agar kembali stabil.
“Harapan kita harga ini bisa memengaruhi harga yang sudah berada di atas dan bisa menjadi terkendali. Mudah-mudahan ini bisa membantu masyarakat Banua,” tambah Eddy.
Pasar Raya TPID dibuka setiap hari mulai pukul 15.00 WITA hingga berakhirnya rangkaian Pasar Wadai, sehingga masyarakat memiliki kesempatan luas untuk memanfaatkan program stabilisasi harga tersebut.
Sementara itu, Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, Teguh Arifyanto, mengajak masyarakat memanfaatkan momentum pasar murah ini, mengingat sejumlah komoditas telah mendapatkan subsidi dari pemerintah.







