Niat Puasa Ramadan di Pagi Hari, Batal atau Tetap Sah? Ini Penjelasan Lengkap Ulama

Imam Hanafi berpendapat niat puasa Ramadan masih sah jika dilakukan pada siang hari sebelum tergelincir matahari, selama belum melakukan hal yang membatalkan puasa.

Jika lupa berniat di malam hari

Jika seseorang lupa berniat pada malam hari, menurut Imam Malik, Imam Syafi’i, dan Imam Ahmad, ia tetap wajib menahan diri dari makan, minum, dan hubungan suami istri pada hari tersebut. Namun, ia wajib mengqadha puasa karena tidak memenuhi syarat niat pada malam hari.

Apabila tidak berniat karena kesengajaan, maka puasanya dianggap tidak sah dan tetap wajib diganti.

Bacaan niat puasa Ramadan

Berikut bacaan niat puasa Ramadan:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضٍ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلَّهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i fardi shahri Ramadana hadzihis sanati lillahi ta’ala.

Artinya: Saya berniat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban di bulan Ramadan tahun ini karena Allah Ta’ala.

Adapun niat puasa satu bulan penuh:

نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ رَمَضَانَ كُلِّهِ لِلَّهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu shauma shahri Ramadana kullihi lillahi ta’ala.

Artinya: Saya berniat berpuasa selama sebulan penuh di bulan Ramadan ini karena Allah Ta’ala.

Dengan demikian, mayoritas ulama menyatakan niat puasa Ramadan harus dilakukan pada malam hari sebelum terbit fajar agar puasa sah. Niat di pagi hari setelah fajar, menurut jumhur ulama, tidak memenuhi syarat untuk puasa wajib.(Wartabanjar.com/nur_muhammad)

editor: nur_muhammad