TPID dan BI Kalsel Bagi-Bagi Voucher Rp 25 Ribu di Pasar Wadai VI Banjarmasin
WARTABANJAR.COM - Pasar Raya Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) bersama Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Selatan mendirikan stan di Pasar Wadai VI Banjarmasin tepatnya di depan eks kantor Gubernur Kalsel, Kamis (19/2/2026).
Tim TPID menyediakan voucher Rp 25 ribu yang bisa ditukarkan saat berbelanja di Pasar Wadai VI Banjarmasin.
Pasar Raya TPID merupakan bentuk kolaborasi erat antara pemerintah daerah dan Bank Indonesia dalam menjaga inflasi tetap terkendali.
Baca Juga Prabowo Rombak Jajaran BPJS Kesehatan, Dokter Militer Jadi Dirut Baru 2026–2031
Hal ini diungkapkan Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Kalimantan Selatan, Dr. Ir. Eddy Elminsyah Jaya.
“Pasar Raya TPID ini bekerja sama dengan Bank Indonesia. Tugas pokok TPID adalah menjaga inflasi tetap terkendali. Nah, pasar raya ini salah satu upaya kita untuk mengendalikan stabilitas harga pangan pokok, karena biasanya pada hari besar keagamaan nasional harga kebutuhan pokok naik,” ujarnya.
Ia menjelaskan, komoditas yang dijual mencakup beras, telur, aneka sembako, hingga LPG yang didukung Pertamina. Seluruh produk ditawarkan dengan harga distributor sehingga diharapkan dapat memengaruhi harga pasar yang lebih tinggi agar kembali stabil.
“Harapan kita harga ini bisa memengaruhi harga yang sudah berada di atas dan bisa menjadi terkendali. Mudah-mudahan ini bisa membantu masyarakat Banua,” tambah Eddy.
Pasar Raya TPID dibuka setiap hari mulai pukul 15.00 WITA hingga berakhirnya rangkaian Pasar Wadai, sehingga masyarakat memiliki kesempatan luas untuk memanfaatkan program stabilisasi harga tersebut.
Sementara itu, Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, Teguh Arifyanto, mengajak masyarakat memanfaatkan momentum pasar murah ini, mengingat sejumlah komoditas telah mendapatkan subsidi dari pemerintah.
“Hari ini bersama-sama kami mengimbau dan mengajak Bapak-Ibu untuk berkunjung ke pasar wadai ini dan memanfaatkan beberapa komoditas yang harganya disubsidi oleh pemerintah,” ujarnya.
Teguh mengungkapkan, kegiatan ini direncanakan berlangsung selama 10 hari. Untuk mempermudah akses masyarakat, panitia menyiapkan voucher senilai Rp25.000 yang dapat ditukarkan dengan paket-paket bahan pokok yang tersedia di lokasi.