WARTABANJAR.COM, LONDON – Kompetisi Liga Inggris (Premier League) musim 2025-2026 kembali menunjukkan komitmennya sebagai liga yang inklusif dan menghormati keberagaman.

Menjelang Ramadan 2026, otoritas Premier League memastikan adanya aturan khusus yang memungkinkan pemain Muslim tetap menjalankan ibadah puasa meski harus bertanding.

Salah satu kebijakan tersebut adalah pemberian jeda singkat saat waktu azan magrib tiba, agar pemain yang berpuasa dapat berbuka sebelum pertandingan dilanjutkan.

Ada Jeda Saat Magrib Selama Ramadan

Selama periode 17 Februari hingga 18 Maret 2026, wasit diperbolehkan menghentikan pertandingan sejenak ketika waktu berbuka puasa tiba.

Dalam momen tersebut, pemain Muslim dapat mengonsumsi air minum atau suplemen energi secukupnya sebelum kembali melanjutkan pertandingan.

Kebijakan ini menjadi bentuk dukungan nyata terhadap atlet Muslim yang tetap harus menjalani laga dengan intensitas tinggi di tengah kewajiban berpuasa.

Sudah Diterapkan Sejak 2021

Aturan jeda berbuka puasa ini bukanlah kebijakan baru. Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) telah menerapkannya sejak 2021, pertama kali saat laga Leicester City melawan Crystal Palace.

Sejak saat itu, prosedur ini menjadi agenda rutin tahunan selama bulan Ramadan.

Sejumlah pemain Muslim papan atas yang merasakan manfaat kebijakan ini antara lain Mohamed Salah, William Saliba, Rayan Ait-Nouri, hingga Amad Diallo.

Mantan gelandang Everton, Abdoulaye Doucoure, pada 2023 pernah memuji iklim toleransi di Premier League.

“Di Premier League, Anda bebas melakukan apa pun yang sesuai dengan Anda. Mereka tidak akan pernah melakukan apa pun yang bertentangan dengan keyakinan Anda dan itu hebat,” ujar Doucoure.

Peran Klub dan Ahli Gizi

Dukungan tidak hanya datang dari pihak liga, tetapi juga dari klub masing-masing.

Liverpool, misalnya, pernah menyesuaikan jadwal latihan agar lebih ramah bagi pemain yang berpuasa. Pada 2022, Sadio Mane mengungkapkan bahwa klub bersedia memindahkan jadwal latihan ke pagi hari agar pemain memiliki waktu istirahat lebih panjang sebelum berbuka.