WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, disebut berpotensi memanggil 12 pemain naturalisasi era Shin Tae-yong untuk memperkuat skuad Garuda pada ajang FIFA Series 2026. Turnamen tersebut dijadwalkan berlangsung pada 23–31 Maret 2026 di Indonesia.

Pada era kepelatihan Shin Tae-yong (2020–2025), setidaknya ada 18 pemain yang menjalani proses naturalisasi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI). Nama-nama tersebut antara lain Marc Klok, Jordi Amat, Sandy Walsh, Ivar Jenner, Justin Hubner, Nathan Tjoe-A-On, Jay Idzes, Ragnar Oratmangoen, Calvin Verdonk, Maarten Paes, Eliano Reijnders, Kevin Diks, Mees Hilgers, Elkan Baggott, Thom Haye, Rafael Struick, Shayne Pattynama, dan Jens Raven.

Namun, tidak semua pemain diprediksi masuk skuad untuk FIFA Series 2026. Dari 18 nama itu, enam pemain disebut berpotensi absen. Mereka adalah Elkan Baggott, Thom Haye, Rafael Struick, Shayne Pattynama, Mees Hilgers, dan Jens Raven.

Beberapa faktor menjadi penyebab potensi absennya sejumlah pemain tersebut. Elkan Baggott misalnya, belum kembali memperkuat Timnas sejak Piala Asia 2023 dan minim menit bermain di klubnya. Sementara Mees Hilgers masih menjalani pemulihan cedera ACL.

Selain itu, Rafael Struick, Shayne Pattynama, dan Jens Raven dikabarkan kesulitan mendapatkan waktu bermain di klub masing-masing musim ini. Adapun Thom Haye berpotensi absen karena sanksi larangan bertanding usai insiden protes keras pada laga Timnas Indonesia kontra Irak pada Oktober 2025.

Jika prediksi tersebut menjadi kenyataan, maka John Herdman kemungkinan besar tetap mempertahankan mayoritas pemain naturalisasi sebagai tulang punggung skuad Garuda. Kombinasi pemain diaspora dan lokal masih diharapkan menjadi kekuatan utama Timnas Indonesia dalam menghadapi agenda internasional sepanjang 2026.

FIFA Series sendiri menjadi salah satu ajang penting bagi Timnas Indonesia untuk mematangkan skuad sekaligus menjaga performa di kalender FIFA Matchday, terutama dalam persiapan menuju turnamen besar berikutnya. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)

Editor: Andi Akbar