Berdasarkan perhitungan astronomis, ijtimak menjelang Ramadan 1447 Hijriah terjadi pada Selasa (17/2/2026), namun saat matahari terbenam, posisi hilal dilaporkan masih berada di bawah ufuk.
Secara teori, kriteria visibilitas hilal belum sepenuhnya memenuhi standar yang berlaku.
Meski begitu, rukyatulhilal tetap dilakukan sebagai bagian dari prosedur resmi sebelum keputusan ditetapkan.
Sementara itu, Muhammadiyah telah lebih dahulu menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu (18/2/2026).
Keputusan tersebut didasarkan pada metode hisab hakiki Majelis Tarjih dan Tajdid dengan pedoman Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), sebagaimana tertuang dalam Maklumat Nomor 2/MLM/I.0/E/2025.
BACA JUGA: Waspada Banjir Rob di Pesisir Kalsel Pada 16-24 Februari
Perbedaan metode penetapan awal Ramadan antara pemerintah dan Muhammadiyah kerap terjadi, tetapi keduanya sama-sama mengedepankan dasar ilmiah dan keagamaan.
Abu Rokhmad mengimbau masyarakat menunggu pengumuman resmi pemerintah terkait awal puasa Ramadan 2026.
“Keputusan akhir disampaikan kepada masyarakat agar menjadi pedoman bersama umat Islam di Indonesia,” tegasnya, dikutip dari berbagai sumber.
Link Nonton Sidang Isbat Penetapan 1 Ramadhan 1447 H/2026:
(wartabanjar.com/berbagai sumber)
Editor: Yayu







