WARTABANJAR.COM – Penetapan awal Ramadhan 1447 H di Jerman jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Hal ini diumumkan PCINU Jerman melalui akun instagram resmi.
Pengumuman penetapan ini disusul Hongkong, Taiwan, dan Australia yang juga menetapkan puasa Ramadhan pada 19 Februari.
“PCINU Jerman menetapkan 1 Ramadan 1447H jatuh pada hari: Kamis, 19 Februari 2026. Sehingga Ibadah Puasa akan dilaksanakan Hari Kamis tanggal 19 Februari. Dan Sholat Tarawih dilaksanakan malam sebelumnya, hari Rabu tanggal 18 Februari,” tulis dalam unggahan.
Ketua PCINU Jerman, Miftah El-Azmi menjelaskan bahwa metode penentuan awal bulan Hijriyah di Jerman tidak diatur oleh pemerintah sebagaimana di Indonesia.
Sehingga komunitas muslim di Jerman memiliki metode penentuan awal Ramadhan yang berbeda.
“Secara umum di Jerman lembaga dan komunitas Muslim masing-masing memiliki metodenya sendiri-sendiri, tidak diatur oleh pemerintah. Ada yang menggunakan rukyat dengan alat bantu teropong, ada yang menggunakan hisab,” terang Miftah dikutip dari NU Online.
Miftah menyebutkan bahwa PCINU Jerman sendiri menggunakan metode hisab kontemporer Nautical Almanac 2026 yang dipadukan dengan rukyatul hilal pada akhir bulan.
Perbedaan metode inilah yang kerap memicu perbedaan awal puasa di Jerman.
“Iya betul, karena perbedaan metode tadi, akhirnya ada perbedaan 1 hari dari tiap-tiap komunitas dalam mengawali ibadah puasa dan merayakan hari raya,” tambahnya.







