Terkait adanya komunitas yang memulai puasa lebih awal, Miftah memberikan catatan mengenai kemungkinan penggunaan metode kalender global sebagai acuan sehingga berbeda dengan PCINU.
“Kemungkinan yang mengawali puasa di Jerman tanggal 18 Februari adalah yang menggunakan metode kalender hijriah global,” pungkasnya. (Wartabanjar.com/NU Online)
Editor Restu







