WARTABANJAR.COM, BANJARBARU- Harga cabai rawit merah di Kalimantan Selatan mulai menunjukkan penurunan menjelang Ramadhan.
Direktur Distribusi dan Cadangan Pangan Bulog RI, Dr. Rachmi Widiriani, mengatakan dalam dua hari terakhir harga cabai yang sebelumnya sempat menyentuh Rp90 ribu per kilogram.
“Dua hari kemarin saya cek langsung ke beberapa kabupaten, sekarang sudah mulai turun. Sekarang sudah Rp70ribua-an,” ujarnya.
Secara umum, ia memastikan ketersediaan pasokan dan harga pangan relatif stabil. ”Pemerintah bersama Bulog dan dinas terkait di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota terus berkolaborasi melalui Gerakan Pangan Murah (GPM),” tambahnya.
Rachmi juga menyebutkan, GPM dimasifkan secara nasional menjelang Ramadhan hingga Lebaran dengan pengawasan harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Harga Acuan Pemerintah (HAP).
Selain cabai, harga minyak goreng MinyaKita yang sebelumnya sempat naik kini kembali stabil setelah Bulog melakukan intervensi pasokan ke pasar.
“Sekarang MinyaKita sudah tersedia di pasar dengan harga Rp15.700,” ungkapnya.
Sementara itu, Bulog Kantor Wilayah Kalimantan Selatan memastikan cadangan pangan menjelang Ramadhan dalam kondisi aman.
Kepala Bulog Kanwil Kalsel, Muhammad Akbar Said, menyebut stok beras yang tersedia saat ini mencapai sekitar 18.000 ton.
“Untuk stok kita tidak ada masalah. Sangat cukup,” ujarnya.
Selain beras, cadangan minyak goreng juga tersedia sekitar 900.000 liter. Ia memastikan stok tersebut mencukupi hingga Ramadan berakhir.







