WARTABANJAR.COM, BARABAI – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) menekankan pentingnya kesiapan fisik, mental, serta pemahaman teknis ibadah bagi calon jemaah haji saat menjalankan ibadah haji.
Imbauan ini disampaikan kepada calon jemaah haji dalam pembukaan bimbingan manasik haji reguler Tahun 1447 H/2026 M yang digelar di Masjid Az Zikra Arifin Ilham, Desa Mandingin, Kecamatan Barabai, Rabu (11/2/2026).
Pembukaan manasik diikuti sebanyak 332 calon jemaah haji asal HST, terdiri dari 142 laki-laki dan 190 perempuan. Kegiatan ini menjadi bagian dari tahapan pembekalan sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.
Kegiatan yang menjadi bagian penting dari tahapan persiapan ibadah haji ini dibuka oleh Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda HST, Ainur Rafiq, mewakili pemerintah daerah.
Dalam sambutannya, Ainur Rafiq menyampaikan bahwa manasik haji menjadi tahapan penting untuk membekali para calon jemaah agar mampu melaksanakan seluruh rangkaian ibadah sesuai tuntunan syariat dan ketentuan pemerintah.
“Kesempatan berhaji adalah karunia besar. Bapak dan Ibu patut bersyukur atas penantian dan kesabaran selama ini. Manfaatkan manasik ini agar pelaksanaan ibadah nantinya berjalan tertib dan memperoleh haji yang mabrur,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kesiapan fisik, mental, serta pemahaman teknis, mengingat penyelenggaraan haji tahun ini mengacu pada Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Haji dan Umrah serta Peraturan Presiden Nomor 92 Tahun 2025 tentang Kementerian Haji dan Umrah.
Kepala Seksi Penyelenggara Ibadah Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama HST, Khairussalim, menjelaskan bahwa pelaksanaan manasik berpedoman pada regulasi Kementerian Haji dan Umrah Nomor 3 Tahun 2025 serta keputusan Dirjen Bina Haji dan Umrah tahun berjalan.
“Selain mengikuti pedoman nasional, pelaksanaan manasik juga disesuaikan dengan kondisi lokal agar materi lebih mudah dipahami dan pelaksanaan berjalan efektif,” jelasnya.







