Ia menyinggung keputusannya tetap menjalankan Marapthon di tengah situasi berduka.
Menurutnya keputusan tersebut bukan demi kepentingan pribadi, melainkan berkaitan dengan tanggung jawab terhadap banyak orang yang menggantungkan hidup padanya.
“Tanggung jawab dan yang bergantung hidupnya dari keputusan saya itu bukan puluhan orang, Mas. Kalo bahas ‘komoditi’ ke yang lain aja hehe,” ujarnya.
Sebagai informasi, Lula Lahfah diketahui meninggal dunia pada Jumat, 23 Januari 2026. Jasadnya ditemukan di kamar pribadinya di sebuah unit Apartemen Essence Dharmawangsa, Jakarta Selatan.
Kematian Lula yang terjadi secara tiba-tiba sempat mengejutkan publik. Sejumlah sahabat almarhumah bahkan mengaku tidak percaya dengan kabar duka tersebut.
Situasi semakin ramai diperbincangkan setelah muncul rumor yang menyebut kematian Lula terasa janggal, termasuk dikaitkan dengan ditemukannya tabung Whip Pink. (Wartabanjar.com/inilah.com)
Editor Restu





