WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) resmi menerima sanksi denda dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) senilai USD 14.000 atau setara sekitar Rp235 juta atas pelanggaran yang terjadi saat penyelenggaraan AFC Futsal Asian Cup 2026 di Indonesia.
Keputusan tersebut disampaikan dalam pernyataan resmi Exco PSSI, Senin (9/2) di Jakarta.
“Ya benar, kami menerima keputusan ini dari AFC,” ujar Arya Sinulingga, anggota Komite Eksekutif PSSI, di GBK Arena, ketika dimintai klarifikasi oleh media. PSSI menegaskan tidak akan mengajukan banding atas keputusan tersebut dan menerima denda sebagai bagian dari proses pembelajaran federasi.
Rangkaian Pelanggaran yang Dinilai AFC
Menurut keputusan Komite Disiplin dan Etik AFC yang diumumkan awal Februari lalu, total denda Rp235 juta tersebut dijatuhkan karena empat pelanggaran berbeda terkait pengamanan dan ketertiban pertandingan pada Piala Asia Futsal 2026:
- Insiden di laga Indonesia vs Korea Selatan (27 Januari 2026)
- Satu individu yang berafiliasi dengan PSSI memasuki area terbatas tanpa akreditasi resmi.
- Satu penonton juga dilaporkan turun ke dalam lapangan setelah pertandingan usai.
- PSSI dikenakan tiga denda terpisah berdasarkan pasal yang dilanggar.
- Insiden di pertandingan Iran vs Afghanistan (1 Februari 2026)
- Lima penonton berhasil memasuki lapangan saat pertandingan berlangsung – dianggap sebagai kegagalan pengamanan oleh PSSI.
- Pelanggaran ini juga dikenai sanksi denda tambahan.
- AFC memutuskan PSSI wajib melunasi total denda USD 14.000 dalam kurun waktu 30 hari sejak keputusan resmi diterbitkan.
PSSI: Ambil Sisi Positif dari Sanksi Ini
Di luar kewajiban finansial, PSSI berupaya mengambil sisi positif dari keputusan tersebut. Arya menegaskan bahwa penerimaan denda bukan semata beban, tetapi juga amanat untuk meningkatkan standar pengamanan dan operasional pertandingan internasional di Indonesia:
“Ini kami terima supaya ada pemahaman lebih luas bahwa futsal berada di bawah naungan PSSI, termasuk pembiayaan dan tanggung jawabnya,” tambah Arya.
Keputusan AFC ini datang di tengah keberhasilan Timnas Futsal Indonesia menjadi runner-up Piala Asia Futsal 2026 catatan prestasi terbaik dalam sejarah keikutsertaan Indonesia di ajang tersebut. Namun, euforia itu turut dibarengi evaluasi terhadap aspek keamanan pertandingan yang kini menjadi sorotan. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)
